Channelbola: Agen Judi Bola Sbobet Terpercaya

Berita Bola

Pendekatan Pertama Real Madrid Pada Xabi Alonso

Berita Bola – Pihak Real Madrid sudah bertemu dengan Xabi Alonso. Raksasa Spanyol tersebut menginginkan Xabi bisa gantikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih di akhir musim ini! Carlo Ancelotti sedianya masih terikat kontrak bersama Real Madrid sampai musim panas 2026. Akan tetapi, Ancelotti sudah memutuskan masa depannya dan mau lebih cepat buat tinggalkan Bernabeu setelah musim 2024/2025 selesai. Dilansir dari Relevo, Real Madrid mulai bergerak buat mencari pengganti pelatih asal Italia tersebut. Nama Xabi Alonso, masuk dalam radar incaran Real Madrid. Alonso sukses bawa Bayer Leverkusen raih titel Bundesliga dan DFB Pokal di musim lalu. Alonso merupakan pelatih muda, pun dulu pernah berseragam Los Blancos saat masih aktif sebagai pemain. Alonso sudah beri pernyataan soal dirinya diminati oleh Real Madrid. Alonso masih mau fokus bersama Bayer Leverkusen di musim ini. “Saya tidak bisa berkata apa-apa. Kami berada di tengah musim dan semua klub memiliki tujuan besar,” kata Alonso. Setelah Bayer Leverkusen hadapi tuan rumah Atletico Madrid pada lanjutan Liga Champions, pada Rabu, 22 Januari 2025 kemarin, Bayer Leverkusen mendapat kesempatan berlatih di Valdebebas sebelum pulang ke Jerman. Valdebebas merupakan tempat latihannya Real Madrid. Di situlah, Direktur Real Madrid, Jose Angel Sanchez bersama jajarannya menemui Xabi Alonso. Diketahui, itu adalah pertemuan PDKT pertama Real Madrid kepada Alonso! Setelahnya, kedua pihak bungkam untuk berkomentar. Diyakini, Madrid bakal sabar menanti Alonso dan sang pelatih juga masih fokus di musim ini bersama Leverkusen. Alonso sempat disebut-sebut bakal menuju Manchester City. Akan tetapi, Pep Guardiola sudah memperpanjang kontrak di sana sampai musim panas 2027.

Pendekatan Pertama Real Madrid Pada Xabi Alonso Read More »

Respons Pep Guardiola Usai Manchester City Berada Di Peringkat Ke-25 Liga Champions

Berita Bola – Kekalahan Manchester City saat bertandang ke markas Paris Saint-Germain membuat pasukan Pep Guardiola merana. Namun, pelatih berkepala plontos ini masih tak ingin hilang harapan di Liga Champions. Partai PSG vs Man City bergulir di markas kubu Paris di Parc des Princes pada Kamis (23/1/2025) dini hari WIB. City tampak akan pulang dengan poin penuh setelah memimpin dua gol lewat Erling Haaland dan Jack Grealish tetapi PSG membalas empat ke gawang The Citizens termasuk mencetak tiga gol dalam periode 22 menit. Pep Guardiola mengakui bahwa tersingkirnya Manchester City dari Liga Champions merupakan sebuah “kenyataan” setelah kekalahan 2-4 dari Paris-Saint Germain di laga tandang. Man City turun ke peringkat ke-25 klasemen, yang membuat mereka kini di luar slot kelolosan ke babak gugur di format baru kompetisi. Man City (8 poin) kini memiliki poin lebih sedikit dari antara lain PSV (11), Stuttgart (10), dan Celtic (12). Pasukan Guardiola kini hanya menyisakan laga kontra Club Brugge untuk menyodok posisi klub-klub di atas mereka demi tempat ke babak 16 besar Liga Champions. “Kami memiliki kesempatan terakhir di kandang menghadapi Brugge dan semoga bisa lolos,” ujar Guardiola setelah laga kontra PSG. “Itu bisa saja terjadi, jika kami tidak menang, kami tidak layak mendapatkannya. Ini selalu merupakan pertandingan yang sulit, inilah kenyataannya.” “Kami tidak memiliki poin cukup dan harus menerimanya. Kami harus melakukan apa yang harus dilakukan.” “Kami tidak bisa mengatasinya. Ketika satu tim lebih baik, saya tidak memiliki masalah untuk menerimanya. Sekarang kami bersiap menghadapi Chelsea dan laga final melawan Club Brugge. Kami harus mengalahkan mereka,” ujar Guardiola. “Inilah yang harus kami lakukan, bertahan dan mencoba melangkah maju.” “Saya tahu para pemain berusaha dan mereka memiliki keraguan, tetapi ketika sebuah tim lebih baik, Anda harus menerimanya.”

Respons Pep Guardiola Usai Manchester City Berada Di Peringkat Ke-25 Liga Champions Read More »

AC Milan Sukses Kalahkan Girona Di Liga Champions, Begini Tanggapan Rafael Leao

Berita Bola – Rafael Leao mengungkapkan bahwa para pemain AC Milan mulai memahami permintaan Sergio Conceicao, manajer baru Rossoneri. Ia juga menyoroti bagaimana sang pelatih mendorongnya untuk selalu fokus dan membantu dirinya berkembang baik sebagai individu maupun pemain. Bintang Portugal tersebut tampil gemilang saat melawan Girona di San Siro, Kamis dini hari WIB (23-1-2025), mencetak gol kemenangan yang membawa Milan masuk ke delapan besar Liga Champions untuk pertama kalinya sejak fase liga dimulai. Kini, peluang Milan untuk langsung lolos ke babak 16 besar sepenuhnya bergantung kepada mereka sendiri. Milan dengan cepat bangkit dari kekalahan pertama di bawah asuhan Conceicao, yang sedang membangun mentalitas baru bagi tim. Leao sangat senang dengan kemampuan timnya untuk bertahan sebagai satu kesatuan di babak kedua, meski Girona berusaha keras menyamakan kedudukan. Leao berujar Milan melakukan pekerjaan luar biasa dan mulai memahami. “Bermain dengan seragam ini di Liga Champions adalah sebuah kebahagiaan,” kata Leao kepada Amazon Prime Video usai pertandingan. “Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa. Pertandingan ini sangat penting untuk maju ke tahap berikutnya, dan kami senang dengan hasilnya. Suasana di ruang ganti sangat bagus, dan kami mulai memahami apa yang diinginkan pelatih dari kami.” Ketika diminta membandingkan dampak Conceicao dengan pelatih sebelumnya, Paulo Fonseca, Leao menjelaskan bahwa fokus utama Conceicao adalah membentuk mentalitas para pemain. “Keduanya adalah pelatih yang berbeda,” ujar Leao. “Hal yang paling penting sekarang adalah mentalitas—kami harus selalu tetap fokus. Dia tidak pernah memberi saya kelonggaran dan meminta saya untuk selalu waspada. Di babak kedua, kami bertahan sebagai tim, dan kami berhasil menjaga keunggulan.” “Dia berusaha membantu saya, baik sebagai individu maupun pemain, dan saya mencoba memahami apa yang dia inginkan. Dia adalah tipe orang yang siap berjuang habis-habisan untuk para pemainnya, dan saya mencoba melakukan hal yang sama,” tegasnya. Gol ke gawang Girona merupakan gol ketiga beruntun Leao di Liga Champions. Sebelumnya, ia hanya mencetak tiga gol dalam 24 penampilan pertamanya di kompetisi ini. Meski demikian, Leao menegaskan komitmennya selalu penuh untuk tim. “Saya selalu mencoba memberikan 100% untuk tim,” kata pemain internasional Portugal itu. “Terkadang itu berhasil, terkadang tidak. Hari ini semuanya berjalan sangat baik, tetapi itu semua berkat tim—semuanya berjalan dengan baik,” ucap pemain berusia 25 tahun itu.

AC Milan Sukses Kalahkan Girona Di Liga Champions, Begini Tanggapan Rafael Leao Read More »

Emosi Berlebihan Setelah MU Dikalahkan Brighton, Ruben Amorim Minta Maaf

Berita Bola – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menjelaskan bahwa pernyataannya yang menyebut timnya sebagai “mungkin yang terburuk dalam sejarah klub” setelah kekalahan 3-1 dari Brighton & Hove Albion pada hari Minggu lalu, lebih merupakan kritik terhadap dirinya sendiri daripada para pemainnya. Sejak mengambil alih posisi pelatih pada November, Amorim telah mencatatkan tujuh kekalahan dari 15 pertandingan yang dijalani MU, yang kini berada di peringkat ke-13 di klasemen Premier League. Pelatih asal Portugal berusia 39 tahun itu mengaku frustrasi karena belum mampu membantu timnya meraih hasil yang lebih baik. “Itu lebih untuk saya sendiri. Saya lebih berbicara tentang diri saya daripada para pemain,” ujar Amorim kepada wartawan pada Rabu waktu setempat, menjelang laga melawan Rangers di Liga Europa. “Saya frustrasi kadang-kadang… Saya seharusnya tidak mengatakan hal itu dalam istilah seperti itu, tetapi begitulah adanya… Kadang-kadang sangat sulit untuk menyembunyikan rasa frustrasi,” ungkapnya. Amorim juga mengungkapkan bahwa dia telah menyampaikan perasaan serupa di ruang ganti sebelumnya, tetapi dengan cara yang berbeda. “Jadi respons dari para pemain cukup normal,” tambahnya. Dia juga mengakui bahwa sebagai pelatih muda, ia masih dalam proses belajar dari kesalahan. “Terkadang, Anda adalah orang muda dan Anda membuat kesalahan, lalu Anda belajar dan berkembang. Saya tidak bisa menjanjikan bahwa saya tidak akan melakukannya lagi, saya tidak tahu. Tapi, saya akan mencoba untuk menjadi lebih baik,” kata Amorim. Amorim kini menghadapi tantangan besar untuk mengangkat performa MU, tidak hanya di Premier League tetapi juga di Liga Europa, di mana mereka berusaha bangkit dalam pertandingan melawan Rangers.

Emosi Berlebihan Setelah MU Dikalahkan Brighton, Ruben Amorim Minta Maaf Read More »

MU Dan Ruben Amorim Sudah Habis Kesabaran Menghadapi Kondisi Luke Shaw

Berita Bola – Dalam situasi di mana Luke Shaw kesulitan mempertahankan kondisi fisik terbaiknya, MU dan sang pelatih, Ruben Amorim, tampaknya sudah kehilangan kesabaran untuk terus mempertahankan bek kiri ini di Old Trafford. Luke Shaw bergabung dengan MU dari Southampton pada 2014 dengan status sebagai satu di antara bek kiri muda paling potensial di dunia. Namun, perjalanan kariernya di Old Trafford jauh dari kata mulus. Rentetan cedera yang dialaminya menghambat perkembangan dan konsistensinya. Kini, di usia 29 tahun, masa depan bek asal Inggris tersebut makin tidak pasti. Dalam upaya membangun kembali skuad yang lebih kompetitif di bawah manajemen INEOS dan arahan Ruben Amorim, Shaw mulai terlihat tidak lagi menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang klub. Musim ini, Shaw hanya bermain selama 98 menit di semua kompetisi. Angka tersebut memperlihatkan bagaimana masalah cedera terus membatasi kontribusinya. Ketakmampuannya tampil reguler membuat MU mempertimbangkan langkah besar: berpisah dengan pemain kelahiran 1995 itu. Keputusan ini memiliki beberapa manfaat praktis. Pertama, menjual Luke Shaw akan menghemat beban gaji sebesar 200 ribu pound per minggu, jumlah yang signifikan mengingat kontribusinya yang makin berkurang. Dana tersebut dapat dialihkan untuk mendatangkan pemain muda dengan potensi besar, seperti Patrick Dorgu, guna menciptakan stabilitas jangka panjang di sektor bek kiri. Kedua, krisis di posisi bek kiri makin menegaskan perlunya perubahan. Absennya Shaw dan Tyrell Malacia secara bersamaan memaksa Diogo Dalot, seorang bek kanan, bermain di posisi yang bukan perannya. Hal ini tidak hanya mengganggu keseimbangan tim, tetapi juga mengurangi efektivitas serangan dari kedua sisi sayap, yang menjadi elemen penting dalam taktik Ruben Amorim. Pelatih berusia 39 tahun tersebut sedang merancang skuad yang lebih muda dan lebih bugar, dengan kedalaman yang memadai di setiap lini. Dengan riwayat cedera panjangnya, Shaw tidak lagi menjadi pilihan ideal untuk rencana tersebut. Amorim membutuhkan pemain yang lebih konsisten secara fisik untuk mendukung sistem taktik yang berkelanjutan. Kendati Shaw pernah memberikan banyak momen berkesan untuk MU, kenyataannya adalah waktu sang bek di Old Trafford tidak berjalan sesuai harapan. Keputusan untuk melepasnya bisa menjadi langkah tepat bagi klub, baik dari segi finansial maupun performa di lapangan. Kepergian Luke Shaw tidak hanya akan mengurangi tekanan finansial, tetapi juga memberikan peluang bagi MU untuk mendatangkan pemain yang lebih sesuai dengan visi dan misi tim.

MU Dan Ruben Amorim Sudah Habis Kesabaran Menghadapi Kondisi Luke Shaw Read More »

Barcelona Siap Tumbalkan 2 Pemainnya Demi Bisa Rekrut Marcus Rashford

Berita Bola – Barcelona dikabarkan siap mengambil langkah besar untuk merekrut Marcus Rashford dari MU menjelang penutupan bursa transfer Januari, menurut laporan terbaru. Setan Merah berpotensi kehilangan lebih dari satu pemain jebolan akademinya bulan ini, dengan Rashford, Kobbie Mainoo, dan Alejandro Garnacho semua dikaitkan dengan kemungkinan hengkang. Garnacho tampaknya menjadi yang paling dekat dengan pintu keluar setelah laporan mengindikasikan bahwa MU siap menerima tawaran dari Napoli jika klub Serie A itu mengajukan tawaran sebesar 65 juta euro untuk pemain internasional Argentina tersebut. Sementara itu, Rashford lebih mungkin meninggalkan klub dengan status pinjaman daripada transfer permanen, mengingat tuntutan harga dan gaji tinggi yang diminta oleh MU. Barcelona, Borussia Dortmund, Monaco, dan Marseille termasuk di antara klub-klub yang dilaporkan tertarik merekrut Rashford pada bursa transfer Januari ini. Rashford absen dari skuad Ruben Amorim dalam kemenangan 2-1 MU atas Man City pada Derbi Manchester, Desember lalu, dan hanya sekali masuk skuad pertandingan sejak saat itu. Pemain internasional Inggris tersebut sempat menyatakan kepada jurnalis Henry Winter setelah pertandingan melawan Man City bahwa ia siap menghadapi “tantangan baru” di luar Old Trafford. Laporan pada Selasa lalu menyebutkan bahwa Rashford meningkatkan intensitas latihannya untuk memastikan ia siap jika Amorim membutuhkannya pada pertandingan Liga Europa melawan Rangers, Jumat dini hari WIB (24-1-2025). Namun, Rashford disebutkan telah memberikan ultimatum kepada Barcelona, seperti dilaporkan Sport, bahwa ia akan mempertimbangkan opsi lain jika Barcelona tidak dapat mengatur kepindahannya dalam beberapa hari ke depan. Menurut laporan baru dari Spanyol, Barcelona telah merespons ultimatum Rashford tersebut dengan mengorbankan dua pemain untuk mendatangkan penyerang MU itu. Raksasa Catalan itu dilaporkan telah mengambil keputusan untuk mengejar Rashford, dengan MU meminta sekitar 50 juta euro untuk transfer permanen atau sekitar 3 juta eurountuk kesepakatan pinjaman. Namun, sebelum merekrut Rashford, Barcelona harus membuat ruang di ruang ganti mereka dan mengurangi beban gaji dengan melepas beberapa pemain. Dua pemain sudah dipastikan akan segera meninggalkan klub. Eric Garcia menjadi “korban” pertama dengan laporan menunjukkan bahwa bek asal Martorell itu akan kembali ke Girona, yang sedang mempersiapkan tawaran senilai sekitar 8 juta euro untuknya. Sementara itu, hari-hari Ansu Fati di Barcelona juga “terhitung” dengan kepindahannya diperkirakan akan segera diumumkan. Terkait Fati, laporan menyebutkan, rencananya adalah untuk menjualnya secara permanen, tetapi tidak ada klub yang bersedia bertaruh kepadanya sehingga kemungkinan besar ia akan kembali dipinjamkan.

Barcelona Siap Tumbalkan 2 Pemainnya Demi Bisa Rekrut Marcus Rashford Read More »