Channelbola: Agen Judi Bola Sbobet Terpercaya

Berita Bola

Hadapi Fiorentina, AC Milan Terancam Tak Bisa Diperkuat Tijjani Reijnders

Berita Bola – Ada kabar buruk datang buat raksasa Serie A, AC Milan jelang laga menghadapi Fiorentina. Gelandang andalan mereka, Tijjani Reijnders dikabarkan bakal absen di laga ini. Dini hari nanti, AC Milan akan bermain di San Siro. Mereka akan menjamu tim kuat Italia, Fiorentina di laga lanjutan Serie A 2024/2025. Laga ini wajib dimenangkan oleh Rossoneri, apalagi mereka akan bermain di depan pendukungnya sendiri. Mereka butuh tambahan tiga poin agar mereka bisa finish di zona Eropa. Namun jelang laga ini, Milan kehilangan salah satu pemain kunci mereka. Sosok Tijjani Reijnders dikabarkan akan absen di laga ini. Menurut laporan Gianluca Di Marzio, Reijnders akan absen di laga ini karena ia lagi sakit. Pemain Timnas Belanda tersebut mengalami sakit itu di sesi latihan Milan baru-baru ini. Karena sakit itu ia tidak bisa melanjutkan sesi latihan tersebut. Dengan kondisi itu, Milan cukup pesimistis sang gelandang bisa tampil di laga ini. Namun laporan yang sama mengklaim bahwa tim pelatih Real Madrid tidak menutup pintu sepenuhnya bagi Reijnders tampil di laga ini. Kondisi sang gelandang akan diperiksa lagi pada hari Sabtu (5/4/2025) pagi waktu setempat. Mereka akan melihat apakah sang bek punya kans untuk bermain atau tidak. Tim medis Milan tidak akan memaksa sang pemain tampil di laga ini. Jadi jika ia tidak fit, maka ia akan ditepikan dari skuad Rossoneri. AC Milan tidak punya banyak opsi untuk menggantikan Reijnders. Namun jika pemain Timnas Belanda itu absen, maka Yunus Musah kemungkinan besar akan jadi starter di lini tengah Rossoneri.

Hadapi Fiorentina, AC Milan Terancam Tak Bisa Diperkuat Tijjani Reijnders Read More »

Gabriel Magalhaes Alami Cedera, Siapa Yang Akan Jadi Tandem William Saliba?

Berita Bola – Manajer Arsenal, Mikel Arteta membeberkan kondisi timnya jelang melawan Everton. Ia menyebut bahwa ada beberapa opsi yang bisa ia mainkan sebagai tandem William Saliba. Di musim ini, Arsenal punya duet yang tangguh di jantung pertahanan mereka. Kombinasi William Saliba dan Gabriel Magalhaes sukses membuat pertahanan The Gunners sulit ditembus. Namun ada kabar buruk datang bagi Arsenal baru-baru ini. Gabriel mengalami cedera hamstring dan dipastikan tidak bisa bermain di sisa musim ini. Pertanyaan yang muncul adalah siapa yang bakal jadi tandem Saliba hingga akhir musim nanti. Bagaimana respon Arteta? Dalam konferensi persnya, Arteta menyebut bahwa kehilangan Gabriel memang jadi pukulan tersendiri bagi timnya. Namun ia menyebut ada beberapa pemain lain yang bisa menggantikan sang bek. “Kami harus membuat keputusan siapa yang akan jadi pendamping Willy nanti. Kami akan lihat siapa pemain yang memungkinkan untuk bermain di posisi itu,” sambung Arteta. “Ada beberapa opsi yang bisa kami mainkan. Semoga kami tidak perlu mengambil langkah yang ekstrim, namun ada opsi bagi lini pertahanan kami.” Menurut Arteta, beberapa beknya yang bisa bermain sebagai bek tengah lagi kurang fit. Namun ia akan melihat siapa yang nanti bisa ia andalkan di laga ini. “Ricky (Calafiori) lagi tidak fit. Namun kami akan melihat bagaimana kondisi Ben (White) dan Jurrien (Timber) besok,” sambung Arteta. “Ada kans mereka bisa fit. Jadi kita lihat apa yang akan terjadi nanti dan kami akan tetap berjuang untuk bermain seperti yang bisa kami lakukan,” ia menandaskan. Setelah menghadapi Everton, Arsenal bakal ditunggu sebuah laga berat. Mereka akan berhadapan dengan Real Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions 2024/2025 pada tengah pekan depan.

Gabriel Magalhaes Alami Cedera, Siapa Yang Akan Jadi Tandem William Saliba? Read More »

Sebelum Real Madrid, Arsenal Ingin Fokus Buat Menghadapi Everton Lebih Dulu

Berita Bola – Manajer Arsenal, Mikel Arteta ogah memikirkan laga melawan Real Madrid di tengah pekan nanti. Ia menyebut bahwa Arsenal saat ini fokus sepenuhnya untuk menghadapi Everton baru mereka memikirkan Los Blancos. Di tengah pekan depan, Arsenal akan memainkan laga krusial. Mereka akan berhadapan dengan Real Madrid di ajang Liga Champions 2024/2025. Laga ini bakal jadi ujian besar bagi The Gunners. Pasalnya Arsenal belum pernah memenangkan Liga Champions dan mereka ingin musim ini mereka bisa memutus penantian lama mereka tersebut. Namun Arteta menyebut bahwa fokus Arsenal saat ini bukan memikirkan Real Madrid. Ia menyebut bahwa timnya harus fokus memberikan yang terbaik untuk menghadapi Everton. Dalam konferensi persnya, Arteta menampik anggapan bahwa laga melawan Real Madrid adalah laga terpenting bagi timnya. Ia menyebut bahwa Everton adalah laga terpenting bagi The Gunners saat ini dan mereka fokus sepenuhnya akan itu. “Bagi kami, pertandingan terpenting adalah melawan Everton, dan persiapan terbaik bagi kami untuk menghadapi Real Madrid adalah dengan mengalahkan Everton,” sambung Arteta. Menurut Arteta, salah besar bagi Arsenal untuk berpikir terlalu jauh ke Real Madrid. Ia menyebut bahwa timnya harus fokus dengan apa yang ada di depan mata, yaitu Everton. “Sepak bola adalah olahrayan yang emosional dan anda harus melakukan apa yang harus anda lakukan dan anda tidak boleh berpikir terlalu jauh ke depan,” sambung Arteta. “Kami tidak perlu memikirkan terlalu jauh hal-hal seperti jalannya kompetisi, level pertaminan, persiapan tim, itu terlalu berlebihan untuk dipikirkan. Anda tidak boleh membiarkan diri anda berpikir seperti itu,” pungkasnya. Arsenal menghadapi Everton dengang mengantongi modal positif. Mereka baru saja menang melawan 2-1 melawan Fulham di tengah pekan kemarin dan mereka siap untuk meraih kemenangan beruntun di laga ini.

Sebelum Real Madrid, Arsenal Ingin Fokus Buat Menghadapi Everton Lebih Dulu Read More »

Enzo Maresca Akui Kesalahan Strategi Meski Chelsea Berhasil Mengalahkan Tottenham

Berita Bola – Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengungkapkan bahwa ia menyesali sebagian keputusan taktisnya dalam kemenangan 1-0 atas Tottenham Hotspur. Laga yang digelar Jumat dini hari WIB itu menjadi sangat penting setelah hasil-hasil sebelumnya sempat membuat The Blues turun ke peringkat enam klasemen sementara Premier League. Chelsea tampil dominan dan memastikan kemenangan lewat sundulan Enzo Fernandez di awal babak kedua. Gol tersebut sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Chelsea atas Tottenham menjadi empat laga beruntun di Stamford Bridge. Meskipun sempat ada gol balasan dari Spurs yang dianulir lewat VAR di babak kedua, Maresca menyebut timnya layak menang. Hasil ini membawa Chelsea kembali ke posisi empat besar, namun sang pelatih mengakui bahwa ada satu keputusan di akhir laga yang ia sesali. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Maresca menyoroti keputusannya melakukan pergantian ganda di menit awal injury time. Saat itu, ia menarik keluar Enzo Fernandez dan Cole Palmer untuk memasukkan Tosin Adarabioyo dan Kiernan Dewsbury-Hall demi memperkuat pertahanan. Namun, Maresca mengatakan bahwa jika ia tahu akan ada 12 menit tambahan waktu, ia tidak akan melakukan pergantian itu secepat itu. Ia mengakui bahwa perubahan tersebut membuat Chelsea lebih bertahan dan tidak lagi memegang kendali permainan. “Sejak hari pertama, kami bekerja setiap hari bukan untuk menang seperti kami mainkan dalam 10 menit terakhir, pertandingan ini” kata Maresca dikutip dari football.london. “Dalam arti kami hanya menunggu lawan dan memberikan bola kepada lawan. Tapi jika ingin jadi tim besar, kami juga harus belajar dan bermain dengan cara seperti ini.” Menurut Maresca, Chelsea sebenarnya sangat dominan hingga menit ke-90, dengan cukup banyak peluang yang diciptakan terutama di babak pertama. Namun karena pergantian yang ia lakukan sebelum mengetahui tambahan waktu, permainan Chelsea menjadi terlalu pasif. “Itu kesalahan saya,” ucap Maresca. “Saya membuat pergantian sebelum melihat berapa tambahan waktunya. Dan ketika saya lihat ada 12 menit, saya tahu mungkin terlalu cepat untuk melakukan pergantian seperti itu. Tapi untungnya kami menang dan kami senang.” Selanjutnya, Chelsea akan menghadapi derby London lainnya melawan Brentford pada Minggu sore. Setelah itu, mereka dijadwalkan bertandang ke Polandia untuk menghadapi Legia Warsaw di leg pertama perempat final UEFA Conference League, sebelum kembali ke Premier League melawan Ipswich Town.

Enzo Maresca Akui Kesalahan Strategi Meski Chelsea Berhasil Mengalahkan Tottenham Read More »

Southampton Menjadi Tim Pertama Yang Paling Cepat Terdegradasi Sepanjang Sejarah Premier League

Berita Bola – Southampton kembali menghadapi ancaman besar di musim Premier League 2024/2025. Klub berjuluk The Saints bisa menulis rekor negatif sebagai tim pertama yang terdegradasi paling awal dalam sejarah kasta tertinggi Inggris. Manajer Ivan Juric sejauh ini gagal menghentikan penurunan performa drastis Southampton. Hasil imbang dramatis melawan Crystal Palace pada tengah pekan lalu hanya memperpanjang napas mereka, namun belum cukup untuk mengubah nasib Hasil tersebut memang memutus rentetan enam kekalahan beruntun, namun tetap menempatkan Southampton dalam posisi genting. Mereka kini nyaris pasti kembali ke Championship, kecuali keajaiban terjadi dalam delapan laga sisa musim ini. Nah, kekalahan melawan Tottenham akhir pekan ini bisa menjadi titik akhir perjalanan Southampton di Liga Inggris 2024/2025. Southampton saat ini berada di posisi juru kunci dengan hanya 10 poin, tertinggal 19 angka dari Wolverhampton Wanderers di peringkat ke-17. Dengan hanya delapan pertandingan tersisa, peluang mereka untuk bertahan sangat kecil. Jika Wolves menang atas Ipswich Town pada Sabtu dan Southampton kalah dari Spurs pada Minggu, maka mereka resmi terdegradasi. Dalam kondisi tersebut, selisih akan menjadi 22 poin, sementara hanya 21 poin tersisa untuk diperebutkan. Jika Southampton hanya bermain imbang, secara matematis mereka masih bisa menyusul, tetapi itu mengharuskan mereka menang di semua laga sisa dan berharap hasil lain berjalan sesuai harapan mereka. Andai kalah pada laga melawan Tottenham, Southampton akan mencetak rekor baru sebagai tim yang terdegradasi paling awal, yaitu di pekan ke-31. Saat ini, rekor itu dipegang oleh Derby County (2007/2008) dan Huddersfield Town (2018/2019) yang terdegradasi di pekan ke-32. Jika Southampton kalah di semua laga tersisa, mereka juga akan mencetak rekor baru sebagai tim dengan poin paling sedikit dalam sejarah Premier League. Saat ini mereka hanya memiliki 10 poin, satu angka di bawah catatan milik Derby County pada musim 2007-08. Ivan Juric tampaknya sudah menerima kenyataan bahwa timnya akan bermain di Championship musim depan. Dalam konferensi pers pada Jumat, ia menyatakan bahwa fokus utama kini hanya untuk menyelamatkan harga diri tim. “Saya tidak memikirkan soal itu lagi. Tujuan kami sekarang adalah tidak menjadi tim terburuk,” ujarnya. Ketika ditanya apakah ia akan bertahan sebagai pelatih musim depan, Juric tidak memberikan jawaban pasti.

Southampton Menjadi Tim Pertama Yang Paling Cepat Terdegradasi Sepanjang Sejarah Premier League Read More »

Bruno Fernandes Akan Jadi Satu-satunya Harapan MU Di Laga Derby Manchester

Berita Bola – Jelang derby Manchester akhir pekan ini, sorotan tertuju pada satu nama di kubu Manchester United: Bruno Fernandes. Steven McInerney, pakar Manchester City, menilai bahwa sang kapten adalah pemain yang wajib diwaspadai oleh tim asuhan Pep Guardiola. Laga ini akan digelar di Old Trafford dan diyakini menjadi ujian berat bagi kedua tim. Manchester City maupun Manchester United sama-sama menjalani musim yang jauh dari kata sempurna. City yang berstatus juara bertahan kini hanya menempati peringkat kelima, sementara United tercecer di posisi ke-13. Meski begitu, Fernandes tetap tampil konsisten sebagai motor permainan United. Di tengah penampilan kurang meyakinkan tim, pemain berusia 30 tahun itu justru bersinar dan baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier League untuk bulan Maret. Di musim yang sulit bagi lini depan United, Fernandes mencatat kontribusi luar biasa. Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee belum tampil optimal, namun Fernandes justru mencetak 16 gol dan 16 assist dari 45 pertandingan di semua ajang. Dalam delapan laga terakhirnya, ia menyumbang tujuh gol dan tiga assist. Performa cemerlang Fernandes tak hanya terlihat dari statistik, tapi juga dalam momen-momen krusial. Salah satu contohnya adalah gol penaltinya di menit ke-88 saat United mengalahkan City 2-1 di Etihad pada Desember lalu. Itu adalah ketiga kalinya ia mencetak gol melawan The Citizens di laga Premier League. Ketajaman dan keberanian Fernandes dalam laga besar membuatnya jadi pemain yang sangat menentukan. Ia punya insting gol tinggi dan kemampuan untuk muncul di momen-momen penting, terutama saat United kesulitan mencetak gol dari pemain lain. Menurut McInerney, Manchester United saat ini masih dalam tahap pembangunan. Ia menyebut tim asuhan Ruben Amorim itu dipenuhi pemain baru dan dihantui cedera, serta belum menunjukkan kualitas seperti yang diharapkan. Ia bahkan menilai ini adalah tim United terlemah yang pernah ia lihat selama hidupnya. “United sekarang tampak seperti tim papan tengah atau bahkan level Liga Europa, bukan tim besar,” ujar McInerney. Ia menyebut bahwa meski United tampak lemah, mereka masih memiliki satu bintang sejati yang mampu bersinar terang. Bruno Fernandes, lanjutnya, adalah satu-satunya pemain yang bisa diandalkan. “Dia mencetak gol-gol penting untuk United. Ia punya kemampuan unik untuk masuk ke kotak penalti dan mencetak gol besar. Fernandes selalu tampil baik di laga besar, termasuk saat melawan City,” tegas McInerney.

Bruno Fernandes Akan Jadi Satu-satunya Harapan MU Di Laga Derby Manchester Read More »